TwitterFacebookGoogle PlusLinkedInRSS FeedEmail

Minggu, 25 Desember 2011

0

Pengertian Semen Dan Istilahnya

Semen adalah zat yang digunakan untuk merekat batu, bata, batako, maupun bahan bangunan lainnya. Sedangkan kata semen sendiri berasal dari caementum (bahasa Latin), yang artinya "memotong menjadi bagian-bagian kecil tak beraturan". Meski sempat populer di zamannya, nenek moyang semen made in Napoli ini tak berumur panjang. Menyusul runtuhnya Kerajaan Romawi, sekitar abad pertengahan (tahun 1100-1500 M) resep ramuan pozzuolana sempat menghilang dari peredaran.

Sejarah

Dalam perkembangan peradaban manusia khususnya dalam hal bangunan, tentu kerap mendengar cerita tentang kemampuan nenek moyang merekatkan batu-batu raksasa hanya dengan mengandalkan zat putih telur, ketan atau lainnya. Alhasil, berdirilah bangunan fenomenal, seperti Candi Borobudur atau Candi Prambanan di Indonesia ataupun jembatan di Cina yang menurut legenda menggunakan ketan sebagai perekat. Ataupun menggunakan aspal alam sebagaimana peradaban di Mahenjo Daro dan Harappa di India ataupun bangunan kuno yang dijumpai di Pulau Buton
Benar atau tidak, cerita, legenda tadi menunjukkan dikenalnya fungsi semen sejak zaman dahulu. Sebelum mencapai bentuk seperti sekarang, perekat dan penguat bangunan ini awalnya merupakan hasil percampuran batu kapur dan abu vulkanis. Pertama kali ditemukan di zaman Kerajaan Romawi, tepatnya di Pozzuoli, dekat teluk Napoli, Italia. Bubuk itu lantas dinamai pozzuolana.
Baru pada abad ke-18 (ada juga sumber yang menyebut sekitar tahun 1700-an M), John Smeaton - insinyur asal Inggris - menemukan kembali ramuan kuno berkhasiat luar biasa ini. Dia membuat adonan dengan memanfaatkan campuran batu kapur dan tanah liat saat membangun menara suar Eddystone di lepas pantai Cornwall, Inggris.
Ironisnya, bukan Smeaton yang akhirnya mematenkan proses pembuatan cikal bakal semen ini. Adalah Joseph Aspdin, juga insinyur berkebangsaan Inggris, pada 1824 mengurus hak paten ramuan yang kemudian dia sebut semen portland. Dinamai begitu karena warna hasil akhir olahannya mirip tanah liat Pulau Portland, Inggris. Hasil rekayasa Aspdin inilah yang sekarang banyak dipajang di toko-toko bangunan.
Sebenarnya, adonan Aspdin tak beda jauh dengan Smeaton. Dia tetap mengandalkan dua bahan utama, batu kapur (kaya akan kalsium karbonat) dan tanah lempung yang banyak mengandung silika (sejenis mineral berbentuk pasir), aluminium oksida (alumina) serta oksida besi. Bahan-bahan itu kemudian dihaluskan dan dipanaskan pada suhu tinggi sampai terbentuk campuran baru.
Selama proses pemanasan, terbentuklah campuran padat yang mengandung zat besi. Nah, agar tak mengeras seperti batu, ramuan diberi bubuk gips dan dihaluskan hingga berbentuk partikel-partikel kecil mirip bedak.
Lazimnya, untuk mencapai kekuatan tertentu, semen portland berkolaborasi dengan bahan lain. Jika bertemu air (minus bahan-bahan lain), misalnya, memunculkan reaksi kimia yang sanggup mengubah ramuan jadi sekeras batu. Jika ditambah pasir, terciptalah perekat tembok nan kokoh. Namun untuk membuat pondasi bangunan, campuran tadi biasanya masih ditambah dengan bongkahan batu atau kerikil, biasa disebut concrete atau beton.
Beton bisa disebut sebagai mahakarya semen yang tiada duanya di dunia. Nama asingnya, concrete - dicomot dari gabungan prefiks bahasa Latin com, yang artinya bersama-sama, dan crescere (tumbuh). Maksudnya kira-kira, kekuatan yang tumbuh karena adanya campuran zat tertentu. Dewasa ini, nyaris tak ada gedung pencakar langit berdiri tanpa bantuan beton.
Meski bahan bakunya sama, "dosis" semen sebenarnya bisa disesuaikan dengan beragam kebutuhan. Misalnya, jika kadar aluminanya diperbanyak, kolaborasi dengan bahan bangunan lainnya bisa menghasilkan bahan tahan api. Ini karena sifat alumina yang tahan terhadap suhu tinggi. Ada juga semen yang cocok buat mengecor karena campurannya bisa mengisi pori-pori bagian yang hendak diperkuat.
Kandungan kimia
  • Trikalsium silikat
  • Dikalsium silikat
  • Trikalsium aluminat
  • Tetrakalsium aluminofe
  • Gipsum
 Sumber: Wikipedia

Rabu, 23 November 2011

0

Meteor


Meteor adalah penampakan jalur jatuhnya meteoroid ke atmosfer bumi, lazim disebut sebagai bintang jatuh. Penampakan tersebut disebabkan oleh panas yang dihasilkan oleh tekanan ram (bukan oleh gesekan, sebagaimana anggapan umum sebelum ini) pada saat meteoroid memasuki atmosfer. Meteor yang sangat terang, lebih terang daripada penampakan Planet Venus, dapat disebut sebagai bolide.
Jika suatu meteoroid tidak habis terbakar dalam perjalanannya di atmosfer dan mencapai permukaan bumi, benda yang dihasilkan disebut meteorit. Meteor yang menabrak bumi atau objek lain dapat membentuk impact crater.

Meteor Meteorid

0

Karet

Karet adalah polimer hidrokarbon yang terkandung pada lateks beberapa jenis tumbuhan. Sumber utama produksi karet dalam perdagangan internasional adalah para atau Hevea brasiliensis (suku Euphorbiaceae). Beberapa tumbuhan lain juga menghasilkan getah lateks dengan sifat yang sedikit berbeda dari karet, seperti anggota suku ara-araan (misalnya beringin), sawo-sawoan (misalnya getah perca dan sawo manila), Euphorbiaceae lainnya, serta dandelion. Pada masa Perang Dunia II, sumber-sumber ini dipakai untuk mengisi kekosongan pasokan karet dari para. Sekarang, getah perca dipakai dalam kedokteran (guttapercha), sedangkan lateks sawo manila biasa dipakai untuk permen karet (chicle). Karet industri sekarang dapat diproduksi secara sintetis dan menjadi saingan dalam industri perkaretan.

Biokimia

Karet adalah polimer dari satuan isoprena (politerpena) yang tersusun dari 5000 hingga 10.000 satuan dalam rantai tanpa cabang. Diduga kuat, tiga ikatan pertama bersifat trans dan selanjutnya cis. Senyawa ini terkandung pada lateks pohon penghasilnya. Pada suhu normal, karet tidak berbentuk (amorf). Pada suhu rendah ia akan mengkristal. Dengan meningkatnya suhu, karet akan mengembang, searah dengan sumbu panjangnya. Penurunan suhu akan mengembalikan keadaan mengembang ini. Inilah al asan mengapa karet bersifat elastik.

Biosintesis

Lateks dibentuk pada permukaan benda-benda kecil (disebut "badan karet") berbentuk bulat berukuran 5 nm sampai 5 μm yang banyak terdapat pada sitosol sel-sel pembuluh lateks (modifikasi dari floem). Sebagai substratnya adalah isopentenil difosfat (IPD) yang dihasilkan sel-sel pembuluh lateks. Dengan bantuan katalisis dari prenil transferase, pemanjangan terjadi pada permukaan badan karet yang membawa suatu polipeptida berukuran 14 kDa yang disebut rubber elongation factor (REF). Sebagai bahan pembuatan starter, diperlukan pula 3,3—dimetilalil difosfat sebagai substrat kedua. Suatu enzim isomerase diperlukan untuk tugas ini.

Penemuan

Karet diyakini dinamai oleh Joseph Priestley, yang pada 1770 menemukan lateks yang dikeringkan dapat menghapus tulisan pensil. Ketika karet dibawa ke Inggris, dia diamati bahwa benda tersebut dapat menghapus tanda pensil di atas kertas. Ini adalah awal penamaan rubber dalam bahasa Inggris.
Di tempat asalnya, di Amerika Tengah dan Amerika Selatan, karet telah dikumpulkan sejak lama. Peradaban Mesoamerika menggunakan karet dari Castilla elastica. Orang Amerika Tengah kuno menggunakan bola karet dalam permainan mereka (lihat: permainan bola Mesoamerika). Menurut Bernal Diaz del Castillo, Conquistador Spanyol sangat kagum terhadap pantulan bola karet orang Aztek dan mengira bahwa bola tersebut dirasuki roh setan.
Di Brasil orang lokal membuat baju tahan air dari karet. Sebuah cerita menyatakan bahwa orang Eropa pertama yang kembali ke Portugal dari Brasil dengan membawa baju anti-air tersebut menyebabkan orang-orang terkejut sehingga ia dibawa ke pengadilan atas tuduhan melakukan ilmu gaib.

Manfaat

Karet adalah bahan utama pembuatan Ban, beberapa Alat-alat kesehatan, alat-alat yang memerlukan kelenturan dan tahan goncangan. dibeberapa tempat salah satunya Perkebunan karet di Jember biji karet bisa dijadikan camilan dengan proses tetentu, rasanya gurih namun jangan berlebihan karena kadang membuat pusing kepala.

Minggu, 20 November 2011

0

Camera (Kamera)


Sebuah kamera adalah perangkat yang gambar catatan dan toko. Gambar-gambar ini mungkin masih foto atau gambar bergerak seperti video atau film. Istilah kamera berasal dari kamera obscura (Latin untuk "ruang gelap"), mekanisme awal untuk memproyeksikan gambar. Kamera moderen berevolusi dari kamera obscura.

Kamera dapat bekerja dengan cahaya spektrum yang terlihat atau dengan bagian-bagian lain dari spektrum elektromagnetik. Sebuah kamera umumnya terdiri dari sebuah berongga tertutup dengan bukaan (aperture) pada salah satu ujungnya untuk cahaya untuk masuk, dan permukaan merekam atau menonton untuk menangkap cahaya di ujung lainnya. Sebagian besar kamera memiliki lensa diposisikan di depan pembukaan kamera untuk mengumpulkan cahaya yang masuk dan fokus semua atau bagian dari gambar pada permukaan rekaman. Diameter aperture sering dikendalikan oleh mekanisme diafragma, tetapi beberapa kamera memiliki aperture berukuran tetap. Sebagian besar abad ke-20 kamera menggunakan film fotografi sebagai permukaan rekaman, sementara mayoritas yang baru sekarang menggunakan sebuah sensor gambar elektronik.

Kamera masih membutuhkan satu foto setiap kali pengguna menekan tombol rana. Sebuah kamera film yang khas terus menerus mengambil frame per detik 24 film yang selama user memegang tombol rana, atau sampai tombol shutter ditekan kedua kalinya.

Dari awal, kamera telah berperan dalam rekaman gambar diam dari itu-hadir sekitarnya, dan modifikasi lebih lanjut menyebabkan perkembangan urutan gambar gerak di akhir abad 19. Kamera dan pameran kamera menangkap gambar yang banyak digunakan di kedua pengaturan profesional dan konsumen di abad ke-21 untuk tujuan komunikasi baik massa dan interpersonal.

Sejarah 

Cikal bakal kamera fotografi adalah kamera obscura, nama Latin secara harfiah berarti sebuah ruangan gelap, tapi lebih umum "... ruang gelap atau kotak, di mana cahaya masuk melalui lubang jarum (kemudian sebuah lensa cembung), membentuk sebuah gambar dari objek-objek eksternal pada permukaan kertas atau kaca, dll, ditempatkan pada fokus lensa " Pada abad ke-6., Yunani matematika dan arsitek Anthemius dari Tralles menggunakan jenis kamera obscura dalam percobaan. Para kamera obscura dijelaskan oleh ilmuwan Arab Ibnu al-Haytham (Alhazen) dalam Kitab Optik (1015-1021).  Ilmuwan-biksu Roger Bacon juga mempelajari masalah ini. Nama sebenarnya kamera obscura diterapkan oleh matematikawan dan astronom Johannes Kepler dalam bukunya Iklan Vitellionem paralipomena dari 1604. Dia kemudian menambahkan lensa dan membuat aparat diangkut, dalam bentuk tenda. Irlandia ilmuwan Robert Boyle dan asistennya Robert Hooke mengembangkan kamera obscura portabel di 1660-an.

Obscura pertama kamera yang cukup kecil untuk penggunaan praktis sebagai alat bantu menggambar portabel dibangun oleh Johann Zahn pada 1685. Pada waktu itu tidak ada cara untuk melestarikan gambar yang dihasilkan oleh kamera tersebut kecuali dengan manual menjiplaknya. Namun, telah lama diketahui bahwa berbagai zat yang dikelantang atau gelap atau diubah oleh paparan sinar. Melihat gambar-gambar miniatur cahaya ajaib yang sementara "dicat" pada layar kamera obscura kecil terinspirasi beberapa peneliti mencari beberapa cara untuk secara otomatis membuat salinan permanen yang sangat rinci dari mereka dengan cara dari beberapa zat tersebut.

Kamera fotografi awal biasanya dalam bentuk sepasang kotak bersarang, akhir yang membawa lensa dan ujung yang lain membawa kaca tanah dilepas berfokus layar. Dengan menggeser mereka lebih dekat bersama-sama atau jauh terpisah, objek pada berbagai jarak dapat dibawa ke fokus tajam yang diinginkan. Setelah gambar yang memuaskan telah difokuskan pada layar, lensa tertutup dan layar digantikan dengan materi sensitif cahaya. Lensa kemudian ditemukan dan paparan terus untuk waktu yang dibutuhkan, yang untuk bahan eksperimen awal bisa beberapa jam atau bahkan berhari-hari. Foto permanen pertama dari kamera gambar dibuat pada tahun 1826 oleh Joseph Nicéphore Niépce menggunakan kamera geser kotak kayu yang dibuat oleh Charles dan Vincent Chevalier di Paris.

Kamera serupa digunakan untuk mengekspos piring perak-tembaga Daguerreotype muncul, komersial diperkenalkan pada tahun 1839, yang merupakan media fotografi pertama praktis. Pelat collodion proses basah yang secara bertahap menggantikan Daguerreotype selama tahun 1850-an yang dibutuhkan fotografer untuk melapisi dan peka kaca tipis atau pelat besi sesaat sebelum digunakan dan mengekspos mereka di kamera saat masih basah. Awal kamera pelat basah sangat sederhana dan sedikit berbeda dari kamera Daguerreotype, namun desain yang lebih canggih pada akhirnya muncul. Para Dubroni tahun 1864 memungkinkan sensitisasi dan pengembangan dari pelat yang akan dilakukan di dalam kamera itu sendiri bukan di kamar gelap yang terpisah. Kamera lain yang dilengkapi dengan beberapa lensa untuk memotret beberapa potret kecil di piring yang lebih besar tunggal, berguna ketika membuat Cartes de visite. Itu selama era pelat basah bahwa penggunaan bellow untuk berfokus menjadi luas, membuat desain kotak bulkier dan kurang mudah disesuaikan bersarang usang.

Selama bertahun-tahun, kali paparan cukup lama bahwa fotografer hanya dihapus tutup lensa, dihitung dari jumlah detik (atau menit) diperkirakan diperlukan oleh kondisi pencahayaan, kemudian diganti tutup. Sebagai bahan fotografi lebih sensitif menjadi tersedia, mulai kamera untuk memasukkan mekanisme rana mekanik yang memungkinkan paparan yang sangat singkat dan akurat waktunya harus dibuat.

Tabung kamera video elektronik diciptakan pada tahun 1920, memulai garis pembangunan yang akhirnya mengakibatkan kamera digital, yang sebagian besar digantikan kamera film setelah pergantian abad ke-21.

Mekanika

Pengambilan Gambar

Kamera tradisional menangkap cahaya ke film atau pelat fotografi fotografi. Video dan kamera digital menggunakan sebuah sensor gambar elektronik, biasanya ditambah biaya perangkat (CCD) atau CMOS sensor untuk menangkap gambar yang dapat ditransfer atau disimpan dalam kartu memori atau penyimpanan lain di dalam kamera untuk kemudian pemutaran atau pemrosesan.

Kamera yang menangkap banyak gambar dalam urutan yang dikenal sebagai kamera film atau kamera sebagai cine di Eropa; yang dirancang untuk gambar tunggal masih kamera. Namun kategori ini tumpang tindih seperti yang masih sering digunakan kamera untuk menangkap gambar bergerak dalam pekerjaan efek khusus dan kamera modern dapat dengan cepat beralih antara mode diam dan merekam gerak. Sebuah kamera video adalah kategori kamera film yang menangkap gambar secara elektronik (baik menggunakan teknologi analog atau digital).

Lensa
 
Lensa kamera menangkap cahaya dari subjek dan membawa ke fokus pada film atau detektor. Desain dan pembuatan lensa sangat penting untuk kualitas foto yang diambil. Revolusi teknologi dalam desain kamera di abad ke-19 merevolusi pembuatan kaca optik dan desain lensa dengan manfaat besar untuk pembuatan lensa modern dalam berbagai instrumen optik dari membaca kacamata untuk mikroskop. Perintis termasuk Zeiss dan Leitz.

Lensa kamera yang dibuat di berbagai focal length. Mereka berkisar dari wide angle ekstrim, wide angle, standar, menengah dan tele tele. Setiap lensa paling cocok jenis tertentu fotografi. Para wide angle ekstrim mungkin lebih disukai untuk arsitektur karena memiliki kapasitas untuk menangkap pandangan yang luas dari sebuah bangunan. Lensa normal, karena sering kali memiliki aperture yang lebar, sering digunakan untuk jalan dan fotografi dokumenter. Lensa tele berguna untuk olahraga, dan satwa liar tetapi lebih rentan terhadap guncangan kamera.

Fokus 

Karena sifat optik dari lensa fotografi, hanya benda dalam rentang yang terbatas jarak dari kamera akan direproduksi jelas. Proses menyesuaikan kisaran ini dikenal sebagai mengubah fokus kamera. Ada berbagai cara untuk fokus kamera secara akurat. Kamera sederhana telah tetap fokus dan menggunakan aperture kecil dan lensa wide-angle untuk memastikan bahwa semuanya dalam jarak tertentu jarak dari lensa, biasanya sekitar 3 meter (10 kaki) hingga tak terbatas, berada dalam fokus wajar. Kamera fokus tetap biasanya jenis murah, seperti menggunakan kamera tunggal. Kamera juga dapat memiliki jangkauan yang terbatas atau skala fokus-fokus yang ditunjukkan pada bodi kamera. Pengguna akan menebak atau menghitung jarak ke subjek dan menyesuaikan fokus sesuai. Pada beberapa kamera ini ditunjukkan oleh simbol (kepala dan bahu, dua orang yang berdiri tegak, satu pohon; gunung).

Kamera pengintai memungkinkan jarak ke objek yang akan diukur dengan menggunakan unit paralaks digabungkan di atas kamera, yang memungkinkan fokus yang akan ditetapkan dengan akurasi. Single-lensa kamera refleks memungkinkan fotografer untuk menentukan fokus dan komposisi visual menggunakan lensa objektif dan cermin bergerak untuk memproyeksikan gambar ke kaca tanah atau plastik mikro-prisma layar. Twin-lensa kamera refleks lensa objektif menggunakan dan unit lensa fokus (biasanya identik dengan lensa objektif.) Dalam tubuh paralel untuk komposisi dan fokus. Lihat kamera menggunakan layar kaca tanah yang dihapus dan diganti dengan baik pelat fotografi atau film yang mengandung pemegang dapat digunakan kembali lembaran sebelum pajanan. Kamera modern sering menawarkan sistem autofokus untuk fokus kamera secara otomatis dengan berbagai metode.

Oktober 2011: Beberapa kamera memiliki posting fokus dan sekarang tersedia untuk pre-order, tapi harga relatif tinggi. Posting berarti berfokus mengambil gambar pertama dan kemudian berfokus kemudian di Personal Computer. Kamera menggunakan lensa kecil banyak dengan panjang fokus yang berbeda untuk menangkap cahaya dari setiap sudut adegan dan disebut plenoptics teknologi. Kamera Plenoptic saat ini dapat berfungsi sebagai lensa memiliki 40.000 bekerja sama untuk ambil gambar yang optimal.
0

Arus Listrik


Arus listrik adalah banyaknya muatan listrik yang disebabkan dari pergerakan elektron-elektron, mengalir melalui suatu titik dalam sirkuit listrik tiap satuan waktu. Arus listrik dapat diukur dalam satuan Coulomb/detik atau Ampere. Contoh arus listrik dalam kehidupan sehari-hari berkisar dari yang sangat lemah dalam satuan mikroAmpere (μA) seperti di dalam jaringan tubuh hingga arus yang sangat kuat 1-200 kiloAmpere (kA) seperti yang terjadi pada petir. Dalam kebanyakan sirkuit arus searah dapat diasumsikan resistansi terhadap arus listrik adalah konstan sehingga besar arus yang mengalir dalam sirkuit bergantung pada voltase dan resistansi sesuai dengan hukum Ohm.
Arus listrik merupakan satu dari tujuh satuan pokok dalam satuan internasional. Satuan internasional untuk arus listrik adalah Ampere (A). Secara formal satuan Ampere didefinisikan sebagai arus konstan yang, bila dipertahankan, akan menghasilkan gaya sebesar 2 x 10-7 Newton/meter di antara dua penghantar lurus sejajar, dengan luas penampang yang dapat diabaikan, berjarak 1 meter satu sama lain dalam ruang hampa udara.

Arus Listrik Dalam Fisika

Untuk arus yang konstan, besar arus I dalam Ampere dapat diperoleh dengan persamaan:
di mana I adalah arus listrik, Q adalah muatan listrik, dan t adalah waktu (time).
Sedangkan secara umum, arus listrik yang mengalir pada suatu waktu tertentu adalah:
Dengan demikian dapat ditentukan jumlah total muatan yang dipindahkan pada rentang waktu 0 hingga t melalui integrasi:
Sesuai dengan persamaan di atas, arus listrik adalah besaran skalar karena baik muatan Q maupun waktu t merupakan besaran skalar. Dalam banyak hal sering digambarkan arus listrik dalam suatu sirkuit menggunakan panah, salah satunya seperti pada diagram di atas. Panah tersebut bukanlah vektor dan tidak membutuhkan operasi vektor. Pada diagram di atas ditunjukkan arus mengalir masuk melalui dua percabangan dan mengalir keluar melalui dua percabangan lain. Karena muatan listrik adalah kekal maka total arus listrik yang mengalir keluar haruslah sama dengan arus listrik yang mengalir ke dalam sehingga i1 + i4 = i2 + i3. Panah arus hanya menunjukkan arah aliran sepanjang penghantar, bukan arah dalam ruang.

Arah Arus

Pada diagram digambarkan panah arus searah dengan arah pergerakan partikel bermuatan positif (muatan positif) atau disebut dengan istilah arus konvensional. Pembawa muatan positif tersebut akan bergerak dari kutub positif baterai menuju ke kutub negatif. Pada kenyataannya, pembawa muatan dalam sebuah penghantar listrik adalah partikel-partikel elektron bermuatan negatif yang didorong oleh medan listrik mengalir berlawan arah dengan arus konvensional. Sayangnya, dengan alasan sejarah, digunakan konvensi berikut ini:[5]
Panah arus digambarkan searah dengan arah pergerakan seharusnya dari pembawa muatan positif, walaupun pada kenyataannya pembawa muatan adalah muatan negatif dan bergerak pada arah berlawanan.
Konvensi demikian dapat digunakan pada sebagian besar keadaan karena dapat diasumsikan bahwa pergerakan pembawa muatan positif memiliki efek yang sama dengan pergerakan pembawa muatan negatif.

Rapat arus

Rapat arus (bahasa Inggris: current density) adalah aliran muatan pada suatu luas penampang tertentu di suatu titik penghantar. Dalam SI, rapat arus memiliki satuan Ampere per meter persegi (A/m2).
di mana I adalah arus pada penghantar, vektor J adalah rapat arus yang memiliki arah sama dengan kecepatan gerak muatan jika muatannya positif dan berlawan arah jika muatannya negatif, dan dA adalah vektor luas elemen yang tegak lurus terhadap elemen. Jika arus listrik seragam sepanjang permukaan dan sejajar dengan dA maka J juga seragam dan sejajar terhadap dA sehingga persamaan menjadi:
maka
di mana A adalah luas penampang total dan J adalah rapat arus dalam satuan A/m2.

Kelajuan hanyutan

Saat sebuah penghantar tidak dilalui arus listrik, elektron-elektron di dalamnya bergerak secara acak tanpa perpindahan bersih ke arah mana pun juga. Sedangkan saat arus listrik mengalir melalui penghantar, elektron tetap bergerak secara acak namun mereka cenderung hanyut sepanjang penghantar dengan arah berlawanan dengan medan listrik yang menghasilkan aliran arus. Tingkat kelajuan hanyutan (bahasa Inggris: drift speed) dalam penghantar adalah kecil dibandingkan dengan kelajuan gerak-acak, yaitu antara 10-5 dan 10-4 m/s dibandingkan dengan sekitar 106 m/s pada sebuah penghantar tembaga.

Share and Review All Article Copyright © 2011 | Template design by O Pregador | Powered by Blogger Templates